Jumat, 24 Mei 2013

pengertian etimologi multimedia

ETIMOLOGI MULTIMEDIA

Istilah multimedia pertama kali di kenal pada dunia teater, yang
mempertunjukan pagelaran dengan menggunakan gerak, musik, dan video untuk
menambah dramatisasi suatu cerita. Sekarang multimedia dikenal dengan panduan
dari hasil gambar atau image, grafik, teks, suara, TV, dan animasi sehingga menjadi
suatu karya yang dapat dinikmati secara audio visual. Umumnya juga orang
mengenal multimedia sebagai sistem dari komputer personal (PC) yang
berkembang pesat dewasa ini. Dalam Perkembangannya pengajaran, latihan,
pembuatan manufaktur, sedang dalam system perekonomian layak digunakan untuk
kegiatan promosi penjualan.

Menurut Robert Webking , multimedia secara “etimologi “ di artikan sebagai,
“multi“ (banyak) “medium“ (prantara media). Dalam bidang informasi multi media
memiliki makna yaitu “persekutuan media“ diantara sumber dan pemasukan
informasi atau “persekutuan alat“ dengan mana informasi di simpan,
ditransmisikan, dipresentasikan dan diterima (webking.2001: www.alltheweb.com)
Munter (1982) menulis bahwa, “alat bantu media dapat memberikan sumbangan
yang sangat besar dalam menambah minat, variasi, dampak serta kemampuan
mengingat lebih lama dibandingkan dengan kata-kata. Munter menjelaskan bahwa
orang paling banyak belajar dan menyimpan memori melalui observasi minimal
85% sedangkan data yang dikumpulkan dan yang disimpan berasal dari penglihatan
dan suara bisa melebihi batas normal. Suatu tinjauan mengenai suatu penelitian
menyatakan bahwa alat bantu audiovisual (multimedia) meningkatkan pemahaman
sampai 200% dalam pengajaran, alat bantu visual meningkatkan daya ingat sekitar
14-38%, dan dapat mengurangi waktu yang diperlukan sampai 40% untuk
menjelaskan konsep tunggal dalam kegiatan promosi.

Satu alasan penting bahwa alat bantu multimedia yang relevan dan dipilih
dengan baik adalah menarik perhatian dengan kualitas kerja yang luar biasa, warnawarna
terang pada bagan, bentuk unik suatu obyek, dan getaran bunyi yang khusus,
semuanya akan membantu mendapatkan perhatian. Dengan kualitas peraga yang
luar biasa, warna-warna pada bagan, bentuk unik suatu obyek, dan getaran bunyi
yang khusus, semuanya akan membantu mendapatkan perhatian dan
memperbaharui daya tarik gagasan yang disampaikan. Perhatian penuh dapat
dilakukan hanya dalam beberapa detik memiliki “waktu paruh“ yang sangat singkat
alat multimedia dapat digunakan secara efektif untuk mengendalikan perhatian
penyimak melalui stimulasi visual dan stimulasi oral. Stimulasi visual dan stimulasi
oral akan memberikan kesadaran yang tinggi, intensitas, ukuran yang besar,
pengulangan, durasi, warna yang cerah. Istilah psikofisik mengacu pada interaksi
proses psikologis dan stimulasi fisik penggabungan faktor-faktor itu dalam bentuk
alat bantu multimedia akan sangat membantu mempertahankan tingkat perhatian
yang disengaja ataupun yang tidak disengaja.

(Gambar 1.2. Multimedia Content Production)
Multimedia juga sangat membantu dalam kegiatan belajar, selain dalam
membantu kegiatan promosi, dimana belajar mengajar merupakan hal yang patut di
perhatikan dalam meningkatkan sumberdaya manusia. Dengan meningkatnya
sumber daya manusia maka suatu negara dapat di katakan telah maju, dengan
adanya multi media system belajar mengajar dapat efektif dan efesien sehingga
dengan adanya multimedia belajar dapat berinteraktif

KATEGORI MULTIMEDIA
Multimedia dapat didefinisikan menjadi dua kategori yaitu multimedia
content production dan multimedia communication dengan definisi sebagai berikut:

1. Multimedia content production

Multimedia adalah penggunaan dan pemrosesan beberapa media (text,
audio, graphics, animation, video, and interactivity) yang berbeda untuk
menyampaikan informasi atau menghasilkan produk multimedia (music,
video, film, game, entertaiment, dll) Atau penggunaan sejumlah teknologi
yang berbeda yang memungkinkan untuk menggabungkan media dengan cara yang baru
untuk tujuan komunikasi.

Dalam kategori ini media yang digunakan adalah :

a. Media Teks
b. Media Audio
c. Media Video
d. Media Animasi
e. Media Graph / Image
f. Media Interactivity
g. Media Special Effect

2. Multimedia communication

Multimedia adalah menggunakan media (masa), seperti televisi, radio, cetak,
dan Internet, untuk mempublikasikan/menyiarkan/mengkomunikasikan material
advertising, publicity, entertaiment, news, education, dll. Dalam kategori ini media
yang digunakan adalah :
a. TV
b. Radio
c. Film
d. Cetak
e. Musik.
f. Game
g. Entertaiment
h. Tutorial
i. CT (Internet)
Gambar 1.2. Multimedia Production

KARAKTERISTIK MULTIMEDIA
Multimedia juga mempunyai karakteristik, yaitu ada 2 bentuk:
1. Bentuk Linier: Sebuah stuktur Multimedia dimana pengguna bernavigasi
sesuai urutan dari 1 frame atau bite informasi ke yang kainnya.
2. Bentuk non linier: Stuktur Multimedia dimana pengguna bernafigasi
secara bebas tidak dibatasi oleh rute yang ditentukan.
Dari karakteristik tersebut meliputi diantaranya yaitu:
1. Presentasi multimedia dapat meliputi non linier dan atau interaktif dan linier atau pasif.
2. Multimedia dapat memuat hubungan terstruktur yang disebut
Hypermedia.
3. Mengembang Multimedia, membuat judul Multimedia dengan piranti
Authoring.
4. Proyek Multimedia ketika dipublikasikan disebut Judul Multimedia.

Ada
beberapa istilah- istilah yang sering dipergunakan dalam Multimedia, yaitu:
a. Multimedia Interaktif yaitu Multimedia yang pengguna akhir atau USER dapat mengontrol apa dan dalam hal apa urutan elemen multimedia dikirimkan.
b. Programmer Multimedia yaitu orang yang mengintegrasikan elemen bentuk keseluruhan yang harus menggunakan sebuah sistem Authoring/bahasa pemrograman.
c. Proyek Multimedia yaitu sarana perangkat lunak pesan dan isi yang dapat dipresentasikan pada sebuah layar komputer atau televisi. Atau juga bisa disebut dengan proses pembuatan Multimedia.

MANFAAT MULTIMEDIA
Multimedia memiliki manfaat yang beragam, seperti penggunaan dibawah ini :
a. Industri Kreatif
Industri kreatif menggunakan multimedia untuk berbagai keperluan, mulai dari seni, untuk hiburan, untuk seni komersial
b. Komersial
Presentasi yang menarik digunakan untuk menjaga perhatian dalam
periklanan. Bisnis dan komunikasi seringkali dikembangkan oleh tim
kreatif perusahaan untuk menawarkan menjual ide maupun dalam
pelatihan dalam bentuk presentasi multimedia
(Gambar 1.3. Presentasi menggunakan Multimedia Slide)
c. Hiburan dan seni rupa
Selain itu, multimedia ini berisi banyak digunakan dalam industri
hiburan, khususnya untuk mengembangkan efek khusus dalam film dan
animasi. Permainan populer dalam multimedia sebagaimana permainan
Etimologi Multimedia | Kurnia Yahya, S.Kom | http://kurnia.nireblog.com 6
dan program perangkat lunak yang telah tersedia baik terdistribusi
dalam CD-ROM atau online. Beberapa video games mengajak pengguna untuk berpartisipasi aktif, bukan hanya duduk sebagai penerima pasif
informasi.
d. Pendidikan
Dalam pendidikan, multimedia digunakan untuk memproduksi
pelatihan berbasis computer dan buku referensi seperti ensiklopedia
dan almanacs yang memungkinkan pengguna melalui serangkaian
modul presentasi, teks tentang topik tertentu, dan gambar yang terkait
dalam berbagai format informasi. Informal Edutainment adalah istilah
yang digunakan untuk menjelaskan menggabungkan pendidikan dengan
hiburan, terutama hiburan multimedia.
Belajar teori dalam dekade terakhir telah berkembang dramatis karena
pengenalan multimedia.

Gambar 1.4. Peralatan Multimedia dalam Aplikasi Virtual Teknik

Perangkat lunak dapat menggunakan multimedia dalam
menciptakan Simulasi Komputer untuk sebagai hiburan dan pelatihan
seperti pelatihan militer atau industri. Multimedia sebagai desain
antarmuka yang sering dilakukan sebagai sebuah kolaborasi antara
kreatifitas dan perangkat lunak

e. Perindustrian
Di sektor industri, multimedia digunakan sebagai cara untuk
menyajikan informasi untuk membantu pemegang saham, rekan kerja
dan atasan. Multimedia ini juga bermanfaat untuk memberikan
pelatihan karyawan, periklanan dan penjualan produk di seluruh dunia
hampir tak terbatas melalui web berbasis teknologi.

f. Matematika dan penelitian ilmiah
Dalam matematika dan penelitian ilmiah, multimedia dipakai
terutama untuk modelling dan simulasi. Misalnya, seorang ilmuwan bisa
melihat pada model molekular tertentu dari substansi dan
memanipulasinya untuk tiba pada suatu zat baru. Perwakilan penelitian
dapat ditemukan di jurnal seperti Journal of Multimedia.

g. Kesehatan
Dalam Pengobatan, dokter dapat dilatih dengan melihat virtual
operasi atau mereka dapat mensimulasikan bagaimana tubuh manusia
yang terkena penyakit menular oleh virus dan bakteri dan kemudian
mengembangkan teknik untuk mencegahnya.

h. Gambar Dokumen
Pengambil foto copy / dokumen dan mengkonversi ke dalam format
digital

life Cycle pRoses Produksi Multimedia


Kursus Kamera Video #8 - Proses produksi, setting kamera, shooting  tips, dan lighting
Kursus kamera multimedia kita sampai pada tahap akhir. Yaitu tentang proses produksi, kemudian setting kamera, tips-tips saat melakukan shooting, dan pencahayaan atau lighting. So, jangan lewatkan pembahasan kali ini. Mungkin bahasan kali ini akan sangat berguna bagi anda.
Persiapkan seluruh peralatan dan kru anda. Sehingga setiap kru anda tahu apa yang harus dilakukan. Masing-masing kru sudah harus tahu apa yang menjadi tugasnya. Sehingga setiap langkah dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Secara umum kru terdiri atas :

Aktor atau Presenter

Aktor atau presenter ini bisa anda ambil dari teman anda sendiri atau memang seorang artis profesional

Director

Director ini menghendle seluruh kegiatan yang ada dalam proses produksi mulai dari scripting, storyboard, kru sampai kasting.

Produser

Seorang produser bertugas pada bagian pendanaan proyek yang sedang dikerjakan. Dan tentu memastikan pada director bahwa yang dilakukan ada pada batas dana yang dimiliki. Dan sekaligus produser ini bertugas mencari sponsor-sponsor yang dapat memberikan dana untuk menutup biaya produksi.

Asisten Produksi / Production Assistant

Asisten produksi ini bertanggung jawab pada pencatatan setiap shooting yang dilakukan, kemudian mempersiapkan setiap interview yang akan dilakukan, memelihara setiap kertas kerja yang digunakan pada saat proses produksi, dan mengecek penjadwalan dan memilah-milah permasalahan yang dihadapi pada saat proses produksi pada skala prioritasnya.

Operator kamera / kameramen

Mereka adalah orang-orang yang bertugas untuk mengambil gambar sesuai dengan arahan sutradara, sehingga nanti akan dihasilkan gambar sesuai yang diinginkan. Kameramen ini juga sekaligus mengatur pencahayaan pada kamera.

Asisten Kamera

Kru pada bagian ini bertugas membantu kameramen seperti memegang mikrofon, mengecek record pada tape, dan memastikan hasil record setelah proses produksi baik, dan sekaligus memberi label pada setiap kaset yang dihasilkan.

Setting kamera

  1. Pasang kamera pada tripod
  2. Pasang baterai atau AC Adaptor jika menggunakan adaptor
  3. Hidupkan kamera
  4. Masukan kaset
  5. Buka penutup lensa pada kamera
  6. Pastikan bahwa kamera diset pada posisi kamera bukan pada posisi tape
  7. Posisikan pandangan shooting anda dengan baik
  8. Fokuskan kamera anda
  9. Atur white balance
  10. Saat semua sudah siap untuk proses perekaman, tekan tombol warna merah!

Shooting Tips

  1. Tempatkan kamera pada tripod yang kuat
  2. Matikan fungsi-fungsi auto untuk menghemat baterai
  3. Lakukan ZOOM IN pada obyek kemudian atur fokusnya agar gambar terlihat tajam
  4. Berikan jeda 2-5 detik sebelum adegan dimulai (Seperti dialog, moving dan lainnya)
  5. Begitu juga pada akhir dari suatu adegan, berikan jeda 2-5 detik
  6. Masalah pada umumnya ada pada permulaan dan akhir dari suatu adegan. Sehingga seorang kameramen perlu memberikan jeda 2-5 detik pada kamera. Ketika anda memasukkan kaset, maka kamera perlu waktu kurang lebih 2 detik untuk proses loading, sehingga lebih baik jika anda memberikan jeda 5 detik sebelum adegan sebenarnya dilakukan.
  7. Jeda waktu 5 detik pada akhir sebuah adegan ini sangatlah penting, karena itu memastikan bahwa tidak ada adegan sedikitpun yang terpotong, dan akan sangat memudahkan dalam proses editing. Dan perlu anda ketahui, setiap anda menekan tombol STOP recording, maka kaset anda akan melakukan rewind selama kurang lebih 1 detik. Itu dinamakan "backspacing". Hal itu dimaksudkan agar anda dapat memulai proses perekaman berikutnya dalam keadaan bersih. Itu kenapa berikan jeda selama 5 detik.
  8. Pada kebanyakan aktor atau pemeran adegan berpedoman pada lampu merah yang ada pada kamera sebagai tanda proses perekaman, sehingga ketika lampu tersebut mati, maka adegan akan dihentikan. Sehingga lebih baik lampu tersebut anda matikan atau anda tutupi, agar pemeran adegan lebih fokus pada adegan yang akan dilakukan.
  9. Pastikan bahwa anda sudah memiliki semua peralatan yang anda butuhkan (Mulai dari kabel, lampu, kaset, tripod dan sebagainya)
  10. Uji semua peralatan sebelum waktunya ditetapkan untuk proses shooting. Ganti baterai yang mati sebelum anda berangkat, daripada anda membatalkan shooting ketika sudah berada dilokasi shooting.

Lighting

Jaga agar sumber cahaya utama kembali pada kamera. Orientasi ini mencegah agar tidak terjadi overexposure karena adanya backlighting.
Produk-produk Multimedia terbaru

bagi kalangan produsen untuk mengenalkan produk-produk terbarunya.
www.technologyindonesia.com/uplo...1677.jpg
Resolusi:1000 x 1110

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar